Diabetes Sebabkan Kesemutan

Kesemutan sudah pernah saya bahas dipostingan Kenapa tangan sering kesemutan dan disitu dijelaskan macam-macam jenis kesemutan. Kali ini saya akan membicarakan salah satu penyebab kesemutan yaitu Diabetes Mellitus atau yang sering dikenal dengan sebutan kencing manis.

Biasanya orang sering menggangap remeh masalah kesemutan ini, padahal ia bisa jadi merupakan pertanda suatu penyakit. Salah satu penyakit yang menimbulkan gejala kesemutan adalah Diabetes Mellitus/ kencing manis.

Pada kencing manis akan terjadi gangguan pada aliran darah dan fungsi saraf sehingga akan menimbulkan gejala kesemutan. Seperti sudah dibahas pada postingan diatas, kesemutan mula-mula diawali dengan perasaan seperti kehilangan rasa, jadi tangan akan tidak merasakan apa-apa ketika menyentuh atau disentuh oleh sesuatu. Keadaan ini disebut sebagai Paraesthesia atau yang disebut kesemutan tadi.

Bila keadaan ini berlanjut maka proses ini akan meningkat dan akhirnya menjadi Hypaesthesia atau disebut juga baal, dan bila keadaan ini dibiarkan saja dan berlanjut terus maka akan terjadi mati rasa atau keadaan hilang rasa sama sekali yang disebut Anaesthesia.

Gejala ini sering diderita oleh para penderita penyakit kencing manis/diabetes. Bila sudah mengalami gejala seperti ini biasanya penderita sudah menderita penyakit ini agak lama. Karena gejala ini merupakan gejala minor dan cuma dialami sekitar 45 persen dari seluruh penderita. Sedangkan gejala utama/mayor diabetes adalah sering kencing diikuti oleh sering haus dan juga sering merasa lapar.

Kesemutan pada penderita diabetes disebut sebagai Peripheral Neuropathy (kerusakan saraf tepi) dan keluhan ini akan memberat hingga kaki akan merasa kram dan nyeri sekali apabila digerakkan. Bila berlanjut akan terjadi kelemahan pada organ gerak tersebut. Penderita yang mengalami gejala tersebut disebut diabetic polyneuropathy.

Kenapa kencing manis bisa menyebabkan kesemutan?

Seperti sudah dijelaskan diatas bahwa kesemutan disebabkan oleh karena gangguan saraf pada serabut saraf tepi dan ini disebabkan karena kadar gula darah yang sangat tinggi melebihi nilai normal. Selain itu tingginya kadar gula darah ini juga dapat menyebabkan gangguan atau kerusakan pada pembuluh darah kapiler.

Dua gangguan itu yang semakin memperberat gejala kesemutan dan apabila serabut saraf tepi dan pembuluh darah tepi sampai mengalami kerusakan maka akan sukar untuk menyembuhkannya.

Bagaimana untuk menanggulanginya?

Kontrol gula darah dengan menerapkan pola makan yang sehat dan diet yang tepat yaitu dengan mengurangi asupan makanan berjenis karbohidrat dengan disiplin yang ketat. Minum obat yang sudah disarankan dokter secara teratur dan juga rajin memeriksakan kadar gula secara berkala.

Penanggulangan Demam Rematik

Pada postingan tentang radang tenggorok bisa kena jantung, sudah dijelaskan tentang bahayanya radang tenggorok yang disebabkan oleh bakteri streptococcus beta haemolyticus.

Sekarang bagaimana penanggulangannya?

Seperti sudah dijelaskan bahwa penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak yang berusia 5 sampai 15 tahun. Jadi yang harus waspada tepatnya para orang tua yang mempunyai anak dengan usia tersebut apabila anaknya sedang menderita radang tenggorokan. Sebetulnya demam rematik ini dapat disembuhkan atau diobati tetapi ada syaratnya yaitu jangan terlambat. Bukankah segala sesuatu yang terlambat pasti hasilnya tidak baik?

Nah, apabila anak sedang menderita radang tenggorok sudah seharusnya orangtua lekas mengobatinya dan jangan meremehkannya, apalagi bila yang menyerang itu bakteri seperti diatas itu. Bila diobati dengan segera pasti bakteri itu akan mati dan reaksi radang yang timbul akibat adanya infeksi bakteri tersebut tidak sampai menimbulkan kecacatan pada organ penting tubuh seperti jantung.

Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah segera mengobati radang tenggorok tersebut sehingga anak segera cepat sembuh dan juga harus dijaga jangan sampai kambuh lagi! Langkah berikutnya adalah dengan mengurangi gejala peradangan yang timbul terutama pada sendi dan jantung dengan membatasi pergerakan atau aktivitas fisik anak tadi sehingga tidak memperburuk proses peradangan yang timbul.

Bila anak positif menderita infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh streptococcus beta haemolyticus biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik penisilin selama 10 hari.

Selain obat diatas juga akan diberikan obat yang kerjanya menekan reaksi radang yang timbul, ini diberikan selama 3 jam. Apabila infeksinya ringan maka pengobatan selama 10 hari sudah cukup. Pada beberapa kasus dengan rasa nyeri yang kuat diperlukan obat pengurang rasa nyeri yang kuat seperti golongan codein. Misalnya radang sudah mengenai jantung maka diperlukan tambahan obat golongan kortikosteroid untuk mencegah keradangan bertambah parah sehingga dapat mencegah kecacatan pada katup jantung.

Selain pengobatan diatas, penderita juga harus istirahat total dan aktivitasnya sangat dibatasi, ini bertujuan untuk menghindari stress pada sendi yang terkena radang.

Pada anak-anak yang sudah mengalami kerusakan atau kecacatan pada katup jantungnya, apabila hendak menjalani pembedahan seperti pencabutan gigi dll, harus minum antibiotik dulu sebelumnya. Dan yang terpenting adalah menjaga status gizi anak. Karena dengan meningkatnya status gizi anak kemungkinan untuk terkena infeksi akan semakin berkurang.

Radang Tenggorok Bisa Ke Jantung

Jangan remehkan radang tenggorokan! Memang radang tenggorokan sering dianggap penyakit ringan dan sering dibiarkan saja. Banyak yang mempunyai anggapan bahwa radang tenggorok nanti juga sembuh sendiri. Padahal kenyataannya tidak semudah itu!

Kalau penyebabnya bakteri yang biasa saja, memang tidak terlalu bermasalah, tetapi jika penyebabnya “bakteri tertentu” dan dibiarkan saja maka akan bisa berdampak ke jantung!

Bakteri yang bisa membuat radang jantung tersebut adalah streptococcus beta haemolyticus. Bila radang tenggorokan disebabkan oleh bakteri ini, maka tubuh akan memberikan suatu reaksi yang disebut reaksi radang, dan reaksi peradangan yang disebabkan oleh bakteri ini disebut Demam Rematik.

Demam rematik ini akan timbul 4 sampai 6 minggu setelah infeksi tenggorok oleh bakteri streptococcus beta haemolyticus. Demam rematik akan berpotensi sampai ke jantung dan menimbulkan radang jantung (Karditis).

Biasanya yang sering terkena adalah anak-anak usia antara 5 sampai 15 tahun dan mempunyai status gizi yang kurang atau buruk serta sanitasi yang rendah.

Bagaimana gejalanya?

Gejala awalnya adalah demam yang muncul tiba-tiba dan sangat tinggi biasanya diatas 38 derajat celcius disertai keluhan nyeri sendi. Gejala ini bisa berlangsung selama 2 minggu.

Ada beberapa gejala yang memastikan demam rematik yaitu disebut gejala mayor, tetapi gejala ini masih tergantung pada bagian tubuh yang terkena radang. Gejala tersebut adalah :

1. Arthritis (radang sendi)

Sendi-sendi akan terasa nyeri dan ngilu tapi bisa juga nyeri sendi yang timbul sifatnya ringan. Biasanya yang sering terkena adalah sendi-sendi yang besar seperti sendi lutut dan sendi siku tetapi dapat juga berpindah ke sendi lain yang lebih kecil. Sendi yang terkena akan terlihat merah, bengkak, hangat / panas dan mungkin juga berisi cairan akibat radang. Nyeri sendi ini akan timbul silih berganti pada anak yang kurang istirahat atau tidak mendapatkan pengobatan anti radang.

2. Karditis (radang jantung)

Peradangan yang terjadi bisa mengenai atau terjadi di jantung dan menimbulkan gejala seperti jantung berdebar-debar (palpitasi) dan nyeri dada. Radang pada jantung ini bisa menghilang, tetapi secara bertahap dalam waktu sekitar 5 bulan. Apabila keradangannya memberat dapat menyebabkan kerusakan yang sifatnya permanen pada katup jantung. Katup jantung yang sering terkena adalah katup mitral(bicuspidalis) yaitu katup jantung yang menghubungkan antara atrium kiri dan ventrikel kiri jantung. Bila sampai terjadi kerusakan maka akan terjadi kebocoran (regurgitasi) dan atau penyempitan (stenosis) pada katup mitral tadi.

3. Chorea Sydenham

Terjadinya kedutan ditangan dan dikaki yang timbulnya diluar kesadaran. Gejala ini akan memberat dalam waktu sebulan. Sehingga anak akan menunjukkan munculnya gerakan kedutan yang cepat serta tidak bertujuan. Gerakan ini melibatkan semua otot dan akan menghilang waktu tidur. Gejala ini akan menghilang secara bertahap setelah 4 bulan tapi terkadang bisa berlangsung sampai 6 atau 8 bulan.

4. Erythema Marginatum

Kemerahan pada kulit yang biasanya timbul setelah gejala lain mulai menghilang. Biasanya bentuknya berupa bercak dan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Bercak ini hanya timbul sebentar untuk kemudian menghilang.

5. Nodul Subkutan

Munculnya benjolan di bawah kulit dan biasanya gejala ini ditemukan bersamaan dengan karditis. Benjolan ini kecil bentuknya dan tidak nyeri sama sekali serta hilang sendiri nantinya.

Pengaruh Sakit Mag Pada Hamil Muda

Ada seorang ibu muda yang saat ini sedang hamil muda dan mempunyai keluhan mual dan muntah hampir setiap hari.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah keluhan mual muntah ini berasal dari kehamilannya atau dari penyakit mag yang sudah lama dideritanya sebelum dia hamil?

karena bila muntah sampai mulut terasa asam dan warnanya sampai kekuningan.

Pada keadaan hamil muda memang keluhan mual dan muntah akan sering terjadi karena adanya perubahan hormon di dalam tubuh saat hamil.

Keluhan ini biasanya akan timbul antara usia kehamilan sekitar 1 sampai 4 bulan dan akan hilang setelah itu. Keadaan ini dalam dunia medis disebut sebagai emesis gravidarum.

Tetapi pada keadaan tertentu keluhan ini bisa menjadi bertambah berat dan bertambah lama bahkan bisa berlangsung sampai usia kehamilan tua. Ini terjadi bila ibu yang sedang hamil ini mengalami suatu masalah kejiwaan dan sampai membuat stress. Hal ini tidak terlalu membahayakan bagi ibu hamil ini selama dia masih bisa makan atau minum.

Tetapi bila sampai susah minum atau susah makan karena mual yang hebat bahkan sampai muntah, ini perlu sekali diperiksakan apakah sampai terjadi dehidrasi, karena bila sampai terjadi dehidrasi akan sangat membahayakan. Satu satunya solusi adalah dengan menjalani rawat inap/opname untuk mendapat infus sebagai cairan pengganti.

Keadaan yang seperti demikian disebut hiperemesis gravidarum.

Apabila ibu hamil ini masih bisa minum obat maka sebaiknya diberikan dulu obat-obatan yang sifatnya mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil contohnya mediamerB6. Tetapi apabila mual muntah sangat hebat berarti harus opname dulu untuk mencegah keadaan dehidrasi/kekurangan cairan.

Pada keadaan hamil muda, sakit mag yang kronis (sudah lama) bisa saja kambuh dan bertambah berat, karena pada keadaan hamil muda ini terjadi mual muntah (emesis gravidarum) sehingga dapat dipastikan selera makan ataupun minum akan menurun dan pada akhirnya akan memperberat sakit magnya.

Namun sakit mag ini dapat dicegah dengan cara makan sedikit-sedikit dan lebih sering. Makanan yang dimakan juga tidak harus selalu nasi tetapi boleh diganti dengan roti, crackers, kentang ataupun ketela.

Ini bisa di campur dengan makanan lainnya agar asupan nutrisi bagi ibu hamil tetap tercukupi.

Prinsipnya jangan makan terlalu banyak, yang penting sering dan sedikit-sedikit. Dan yang perlu diperhatikan adalah jangan mengonsumsi makanan yang rasanya pedas atau asam karena jenis makanan seperti ini dapat memperberat sakit mag. Yang perlu juga diperhatikan dan sering kali dilupakan adalah selama hamil jangan sampai stress!

Apabila sakit mag masih mengganggu, ibu hamil ini dapat meminum obat mag golongan antasida yang memang aman untuk dikonsumsi ibu hamil, perlu diingat juga jangan meminum obat sembarangan selama hamil karena dapat membahayakan untuk janin. Bila keluhan masih ada dan tidak reda, perlu segera dikonsultasikan dengan dokter anda.